Selasa, 10 April 2012

HUKUM NEWTON
Gaya merupakan suatu besaran yang menyebabkan benda bergerak Sebuah gaya memiliki nilai dan arah, sehingga merupakan vektor yang mengikuti aturan-aturan penjumlahan vektor.

A.    Hukum newton I
Hukum Newton I berbunyi, Setiap benda tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan laju tetap (konstan) sepanjang garis lurus, kecuali jika diberi gaya total yang tidak nol.





Kecenderungan sebuah benda untuk mempertahankan keadaan diam atau gerak tetapnya pada garis lurus disebut inersia (kelembaman). Sehingga, Hukum I Newton sering disebut Hukum Inersia.


B.    Hukum newton II
Hukum II Newton, yang bunyinya sebagai berikut:
Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya.

Hukum II Newton tersebut dirumuskan secara
matematis dalam persamaan:
Ket.     a ═ percepatan       m = massa benda (kg)
             resultan gaya (N)





C.     Hukum newton III
Hukum III Newton, yaitu:
Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapiberlawanan arah terhadap benda pertama.
Secara matematis ditulis :

D.    Berat,gaya gravitasi,dan gaya normal

1.     Berat
berat dari suatu benda adalah gaya yang bekerja ke arah bawah pada benda
tersebut. Massa benda adalah tetap di mana-mana, namun berat sebuah benda akan berubah-ubah sesuai dengan besarnya percepatan gravitasi di tempat tersebut.Berat dihitung dengan mengalikan massa sebuah benda dengan percepatan gravitasi di mana benda tersebut berada. Berat sebuah benda di bumi akan berbeda dengan beratnya di bulan. Sebuah benda bermassa 10 kilogram, akan tetap mempunyai massa 10 kilogram di bumi maupun di bulan, namun di bumi benda tersebut akan mempunyai berat 98 Newton, sedangkan di bulan, benda tersebut akan mempunyai berat 16,3 Newton saja.Rumus untuk berat:
apabila percepatan gravitasi, massa benda dan berat benda. Satuan SI (Sistem International) untuk berat adalah newton (N).












2. Gaya gravitasi
Gaya gravitasi adalah gaya yang mengakibatkan benda mengalami percepatan yang sama,berdasarkan hukum newton II dan hukum gravitasi universal newton maka secara matematis ditulis :

F  adalah besar dari gaya gravitasi antara kedua massa titik tersebut
m1 adalah besar massa titik pertama
m2 adalah besar massa titik kedua
r   adalah jarak antara kedua massa titik, dan
g adalah percepatan gravitasi =

3. Gaya normal
Apabila benda diletakan di atas meja,maka meja sedikit tertekan di bawah benda, dan karenaelastisitasnya, meja itu mendorong benda ke atas.Gaya yang diberikan oleh meja ini sering disebut gaya sentuh. Ketika gaya sentuh tegak lurus terhadap permukaan bidang sentuh,gaya itu biasa disebut gaya normal N (“normal” berarti tegak lurus).
4. Resultan gaya
Resultan gaya adalah jumlah vektor dari semua gaya yang bekerja pada benda itu.

5. Gerak benda pada bidang miring

Apabila sebuah balok yang terletak pada bidang mendatar yang licin, bekerja gaya F mendatar hingga balok bergerak sepanjang bidang tersebutmaka berlaku.
N = w = m.g
dengan:
N   = gaya normal (N)
w  = berat benda (N)
m  = massa benda (kg)
= percepatan gravitasi

Dengan :

                  a  = percepatan benda
F = gaya yang bekerja (N)
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi

6. Gerak benda pada bidang miring
Apabila sebuah benda bergerak menurun pada bidang miring yang licin maka,besar percepatan benda dapat dihitung dengan cara berikut.
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi
α = percepatan benda
 = sudut kemiringan bidang

7. Gerak benda – benda yang dihubungkan dengan tali
Apabila benda-benda dihubungkan dengan tali dan apabila massa balok A dan B masing-masing adalah dan , serta keduanya hanya bergerak pada arah komponen sumbu x saja dan percepatan keduanya sama yaitu a, maka resultan gaya yang bekerja pada balok A dan B dapat di cari dengan persamaan.
Dengan :
              
              
           
             





8. Gerak benda di Dalam Lift

a.    Lift dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan konstan. Komponen gaya pada sumbu y adalah:
Fy = N w
           
Lift dipercepat ke atas
Komponen gaya pada sumbu y adalah:
a.   = N w
Dalam hal ini, lift bergerak ke atas mengalami percepatan a, sehingga:
= N w
N – w = m.a
N = w + (m.a)
dengan:
b.   N = gaya normal (N)
w = berat orang/benda (N)
m = massa orang/benda (kg)
a = percepatan lift

c.  Lift dipercepat ke bawah

Komponen gaya pada sumbu y adalah:
ΣFy = w – N
Dalam hal ini, lift bergerak ke bawah mengalami
percepatan a, sehingga:
ΣFy = m.a
w – N = m.a
N = w – (m.a) ................................. (4.12)
dengan:
N = gaya normal (N)
w = berat orang/benda (N)
m = massa orang/benda (kg)
a = percepatan lift (m/s2)
Catatan: Apabila lift mengalami perlambatan, maka
percepatan a = -a.
9. Gerak benda yang dihubungkan dengan tali melalui katrol
Balok A dan B yang dihubungkan dengan seutas tali melalui sebuah katrol yang licin dan massanya diabaikan. Apabila massa benda A lebih besar dari massa benda B (mA > mB), maka benda A akan bergerak turun dan B akan bergerak naik.Maka resultan gaya benda A dan B adalah :

Besarnya tegangan tali (T ) dapat ditentukan dengan mensubstitusikan persamaan A dan B sehingga didapatkan persamaan sebagai berikut:

Jika salah satu benda terletak pada bidang mendatar yang licin dihubungkan dengan benda lain dengan menggunakan seutas tali melalui sebuah katrol, di mana benda yang lain dalam keadaan tergantung.
ΣF = Σm.a
WAT + T T + T = (mA + mB)a
WA = (A + mB)a
MA.g = (mA + mB)a

10.          Dinamika gerak melingkar
Benda yang bergerak membentuk lingkaran, seperti sebuah bola di ujung seutas tali, harus mempunyai gaya yang diberikan padanya untuk mempertahankan geraknya dalam lingkaran.
jika tidak ada resultan gaya yang bekerja, benda tersebut tidak akan bergerak membentuk lingkaran melainkan bergerak pada garis lurus.

a.    Gaya pada benda yang berputar (horizontal)
Gaya gravitasi m.g dan gaya tegangan FT yang diberikan oleh tali (yang terjadi karena orang itu memberikan gaya yang sama pada tali). Jika berat bola itu cukup kecil, dapat kita abaikan. Dengan demikian, FT akan bekerja secara horizontal ( θ ≈ 0) dan menyediakan gaya yang diperlukan untuk memberi percepatan sentripetal pada bola.

b.    Bola berputar membentuk lingkaran vertikal
Berdasarkan Hukum II Newton, untuk arah vertikal dengan memilih arah ke bawah (menuju pusat) positif berlaku:

Hukum II Newton, untuk arah ke atas (menuju pusat lingkaran) sebagai arah positif, didapatkan:

0 komentar:

About Me